Apa itu SiRUP LKPP? dan Bagaimana Cara Penggunaan SiRUP

Pengadaan barang dan jasa harus didorang dan diupayakan agar lebih terbuka. Dan salah satu yang dilakukan Lembaga Pengadaan Barang/Jasa (LKPP) adalah dengan membuat aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) yang merupakan aplikasi berbasis situs web. Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah K/L/PD dalam mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP).

Dalam perkembangannya LKPP sejauh ini telah membuat lima aplikasi e-procurement, yaitu:

  1. e-Catalogue atau e-katalog LKPP;
  2. SiRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan;
  3. SIKaP (Sistem Informasi Kinerja Penyedia);
  4. Inaproc (Indonesian Procurement) Portal Pengadaan Nasional; dan
  5. Monevol (Monitoring dan Evaluasi Online).

Lima aplikasi tersebut di atas memiliki portal sistem web masing-masing untuk menjalankan masing-masing tugas dan fungsi setiap aplikasi, akan tetapi masih menggunakan domain pada situs web LKPP (lkpp.go.id).

Apa itu SiRUP LKPP?

 

Secara jelas dapat diketahui bahwa aplikasi SiRUP LKPP adalah aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan berbasis web yang berfungsi sebagai sarana atau alat untuk mengumumkan RUP.

Tujuan dikembangkannya aplikasi SiRUP LKPP ini untuk mempermudah pihak PA/KPA dalam mengumumkan RUPnya serta sebagai sarana layanan publik terkait RUP sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses secara langsung Pengadaan Barang/Jasa secara Nasional.

Aplikasi dan bank data SiRUP LKPP bersifat sentralistik pada satu server milik LKPP. Sementara itu pengelolaan aplikasi bersifat desentralistik, dimana satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bertindak sebagai penanggung jawab pengelolaan aplikasi SiRUP (sirup.lkpp.go.id/sirup/application/index).

Untuk mendukung penggunaan aplikasi SiRUP LKPP di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) wilayah Indonesia, terdapat beberapa perangkat atau alat kerja yang dibutuhkan, yaitu seperti standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis, perangkat komputer/desktop/laptop/ tablet, jaringan internet, meja, dan kursi.

Cara Penggunaan Aplikasi SiRUP LKPP

 

Tata cara penggunaan aplikasi SiRUP telah tertera secara lengkap dalam Keputusan Deputi (II)  Nomor 26 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penggunaan Aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) yang dikeluarkan oleh Deputi Bidang Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan aplikasi SiRUP di dalam K/L/PD, yaitu:

  1. Admin PPE (Pusat Pelayanan Elektronik), yaitu admin yang bertugas untuk melakukan pemetaan Satker/SKPD dan membuat akun Subadmin PPE melalu iAplikasi SiRUP;
  2. Pengguna Anggaran Kementerian/ Lembaga (PA K/L);
  3. Kuasa Pengguna Anggaran Kementerian/ Lembaga (KPA K/L);
  4. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); dan
  5. Admin RUP.

Berikut adalah tugas dan wewenang dari masing-masing pihak yang mengelola aplikasi SiRUP untuk tingkat kementerian pada tabel di bawah ini:

Untuk lebih jelasnya mengenai mekanisme tata cara penggunaan SiRUP kami jelaskan berikut ini:

1. Pengelolaan SiRUP oleh Admin PPE

  • Admin PPE mengakses https://sirup.lkpp.go.id lalu pilih tombol masuk.
  • Masukan usename dan kata sandi lalu pilih tombol submit.
  • Setelah berhasil masuk, admin PPE dapat melakukan beberapa hal yaitu mengelola satker, mengelola pengguna SiRUP yakni memasukkan data Pengguna Anggaran (PA) dan mengunggah data integrasi pada menu yang telah disediakan.
  • Setelah semua kegiatan selesai, maka admin PPE dapat langsung menyimpan setiap kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya dengan klik tombol simpan.

2. Pengelolaan SiRUP oleh PA/KPA

  • PA/KPA mengakses https://sirup.lkpp.go.id lalu pilih tombol masuk.
  • Apabila PA/KPA baru pertama kali login maka yang harus dilakukan adalah melengkapi formulir “Penyesuaian Kode Bagian Anggaran (BA)” lalu tekan tombol simpan.
  • Setelah berhasil masuk, PA/KPA dapat melakukan beberapa hal seperti mengunggah file anggaran, mengelola PKOK (Program/Kegiatan/Output/Komponen) lalu mengelola pengguna yang dalam hal ini PA/KPA dapat mempersiapkan data untuk Admin RUP.
  • Setelah semua kegiatan selesai, maka PA/KPA dapat langsung menyimpan setiap kegiatan yang udah dilakukan sebelumnya dengan klik tombol simpan.
  • Selanjutnya pemaketan diserahkan kepada Admin RUP dan PPK. Setelah pemaketan selesai maka pengumuman paket akan diumumkan oleh PA/KPA.

3. Pengelolaan SiRUP oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

  • PPK mengakses aplikasi SiRUP dengan login terlebih dahulu, yaitu dengan memasukkan user ID dan kata sandi lalu pilih non penyedia dan klik tombol login.
  • Setelah berhasil masuk, selanjutnya klik menu “Aplikasi E-Procurement Lainnya”.
  • Lalu akan muncul halaman inaproc.id, pada aplikasi SiRUP klik “Masuk Production”, dan akan tampil formulir “Update Data PPK”.
  • Setelah selesai simpan data tersebut dan PPK harus menunggu verifikasi dari pihak PA/KPA.
  • Setelahnya barulah PPK login melalui aplikasi SiRUP pada https://sirup.lkpp.go.id.
  • Disinilah PPK dapat melakukan identifikasi pemaketan dan finalisasi draft paket yang setelahnya akan diumumkan oleh PA/KPA.

4. Pengelolaan SiRUP oleh Admin RUP

  • Admin RUP mengakses https://sirup.lkpp.go.id untuk login.
  • Setelah berhasil login, Admin RUP dapat langsung melakukan identifikasi pemaketan.  Identifikasi pemaketan tersebut dilakukan untuk swakelola, penyedia, tahun jamak, non pengadaan dan gaji. Lalu, admin RUP membuat paket penyedia dan swakelola.
  • Setelah semua kegiatan selesai, maka Admin RUP dapat langsung menyimpan setiap kegiatan yang udah dilakukan sebelumnya dengan klik tombol simpan dan mengumumkan paket RUP.

Identifikasi Pemaketan dan Pengumuman RUP

Salah satu langkah yang harus dilakukan sebelum PA/KPA mengumumkan rencana umum pengadaan (RUP) ialah dilakukannya proses identifikasi pemaketan oleh PPK. Identifikasi pemaketan ini dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait kegiatan apa yang akan dilakukan oleh K/L/PD. PPK melakukan identifikasi pemaketan yang dimaksud adalah berikut ini:

  1. Pekerjaan melalui swakelola, yaitu pengadaan barang/Jasa dimana pekerjaannya direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/PD sebagai penanggung jawab anggaran, instansi pemerintah lain dan/ atau kelompok masyarakat. Misalkan kegiatan pengadaan belanja Alat Tulis Kantor (ATK), belanja bahan komputer, konsumsi rapat, biaya perjalanan dinas, sewa hotel, biaya operasional kendaraan dinas, dan biaya langganan dan daya (listrik, air, dan telepon).
  2. Pekerjaan melalui penyedia, yaitu cara memperoleh barang/jasa  yang disediakan oleh Pelaku Usaha.
  3. Non pengadaan, yaitu suatu paket yang dilakukan tanpa melalui ketentuan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, namun tidak terbatas pada pengadaan tanah dan belanja sosial/hibah yang menggunakan mekanisme transfer uang.
  4. Gaji, suatu anggaran yang digunakan untuk membayar gaji pegawai.

Dalam pelaksanaannya, penggunaan SiRUP LKPP tentu harus ada sebuah pembinaan yang dapat dijadikan sarana pembelajaran dan pendampingan bagi pegawai pengelola aplikasi SiRUP ini.

Demikian sedikit sharing pengalaman dari penulis mengenai apa itu aplikasi SiRUP dan cara penggunaan atau pengisian aplikasi SiRUP LKPP. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *