Mempelajari Rekonsiliasi Bank dalam Perusahaan Lengkap dengan Contohnya

Rekonsiliasi bank berperan penting dalam mencegah terjadinya tindak kecurangan, seperti misalnya penggelapan dana ataupun tindak korupsi lainnya. Bagi sebuah perusahaan, rekonsiliasi dapat dimanfaatkan untuk melihat di bagian mana saja terjadi perbedaan saldo dan apa yang menjadi penyebabnya.

Rekonsiliasi sangat membantu perusahaan dalam menyesuaikan laporan rekening koran dari bank dengan catatan perusahaan. Sebab, sering kali ditemukan ketidaksesuaian antara kedua saldo tersebut. Hal tersebut bisa saja terjadi akibat adanya perbedaan dalam prosedur pencatatan, penerimaan, dan pengeluaran kas. Perbedaan saldo transaksi tersebut dapat terjadi karena setoran dalam perjalanan, cek yang beredar, jasa giro, biaya bank, kas yang tidak disetor, cek kosong, dan koreksi peneriman.

Apa itu Rekonsiliasi Bank?

Rekonsiliasi bank adalah metode yang digunakan untuk menyesuaikan antara catatan bank dengan catatan pada buku kas perusahaan. Metode ini sangat diperlukan oleh sebuah perusahaan untuk merinci perbedaan antara catatan transaksi dari bank dengan catatan keuangan yang mereka miliki. Rekonsiliasi juga dapat digunakan untuk menentukan jumlah saldo rekening giro yang sesungguhnya pada suatu saat tertentu. Dalam melakukan rekonsiliasi, Anda dapat menggunakan rekonsiliasi 2 kolam dan rekonsiliasi 4 kolom.

Penyebab Terjadinya Rekonsiliasi Bank

Berikut ini beberapa penyebab terjadinya perbedaan pencatatan antara perusahaan dan bank sehingga membutuhkan rekonsiliasi:

  • Biaya Jasa Bank

Sebagai nasabah giro atau tabungan bisnis, perusahaan akan mendapatkan layanan giro dari pihak bank. Oleh karena itu, perusahaan harus membayar biaya atas jasa yang telah diberikan oleh bank. Jumlah saldo nasabah akan secara otomatis diambil oleh pihak bank untuk membayar biaya jasa atas giro ataupun tabungan bisnis. Kas saldo perusahan masih tetap, sementara itu saldo kas di bank telah berkurang tanpa sepengetahuan nasabah. Setelah bank memberikan notifikasi atau pengiriman rekening koran, akuntan perusahaan baru bisa mencatat pengeluaran ini.

  • Deposit in Transit

Setoran dalam perjalanan atau dikenal sebagai deposit in transit adalah salah satu penyebab timbulnya perbedaan antara catatan kas bank dan perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan sudah mencatat setoran dana akhir bulan, namun bank mencatatnya pada bulan berikutnya. Untuk itu, perlu dilakukan penyesuaian pencatatan laporan pada bulan dan tanggal yang sama.

  • Piutang Wesel

Piutang wesel berupa pengiriman dana juga dilakukan oleh pihak bank juga dapat menyebabkan rekonsiliasi. Biasanya, piutang wesel memiliki masa tidak lebih dari setahun.

  • Outstanding Check

Outstanding check yang masih beredar dapat menyebabkan terjadinya perbedaan pencatatan karena perusahaan telah melakukan pencatatan namun pihak bank belum melakukannya. Hal ini terjadi karena pihak penerima cek belum mencairkan dana sehingga pihak bank belum bisa melakukan pencatatan.

  • Beban dan Pendapatan Bank

Ketika perusahaan belum melakukan pencatatan bunga, maka hal ini bisa menyebabkan terjadinya perbedaan pencatatan antara pihak bank dengan perusahaan.

  • Kesalahan Pencatatan

Kesalahan pencatatan mungkin saja dilakukan oleh pihak bank maupun perusahaan. Kesalahan tersebut dapat menyebabkan terjadinya rekonsiliasi.

  • Kredit Bank

Rekonsiliasi bank juga dapat disebabkan oleh kredit bank berupa deposito atau penagihan. Transaksi ini bisa saja diketahui dari rekening koran yang dikeluarkan oleh bank dan dikirim ke perusahaan. Namun, sebelum rekening koran itu dikirimkan, Anda tidak akan mengetahui adanya penagihan tersebut.

  • Non-Sufficient Fund

Non-sufficient fund juga dapat menyebabkan rekonsiliasi. Hal ini terjadi saat perusahaan Anda tidak punya cukup dana setoran sehingga pihak bank tidak dapat mencairkan dana Anda. Mungkin saja perusahaan telah mencatatnya sebagai pengeluaran cek sementara, namun bank tidak bisa melakukan pencatatan karena memang tidak ada dana yang disetorkan.

Contoh Rekonsialiasi Bank

Perhatikan data catatan kas perusahaan dan laporan bank berikut ini:

Perhatikan perbandingan laporan bank dan catatan kas perusahaan berikut ini:

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa biaya bank merupakan salah satu penyebab rekonsiliasi bank, maka berikut ini akan dijelaskan rekonsiliasi atas biaya bank:

Perhatikan data transaksi berikut ini!


Contoh transaksi biaya bank

Tanggal 13 Desember 2014:

Transaksi biaya bank dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Januari 2015 sehingga termasuk dalam saldo tanggal 13 Desember 2014. Sementara itu, biaya tersebut dibebankan sebagai pengeluaran bulan Desember oleh pihak bank sehingga tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 13 Desember 2014.

Untuk membuat catatan bank sesuai dengan catatan kas perusahaan, maka saldo bank 31 Desember 2014 dan pengeluaran bank 31 Januari 2015 harus ditambah sebesar Rp 1.200,-

Tanggal 31 Januari 2015

Transaksi 31 Januari 2015 dicatat sebagai pengeluaran kas bulan Februari 2015 sehingga masih dimasukkan ke dalam saldo kas tanggal 31 Januari 2015. Sementara itu, bbank mencatat biaya ini sebagai pengeluaran pada bulan Januari sehingga tidak termasuk dalam saldo bank tanggal 31 Januari 2015. Untuk membuat catatan bank sesuai dengan kas perusahaan, maka pengeluaran bank pada bulan Januari harus dikurangi dan saldo bank 31 Januari 2015 harus ditambah sebesar Rp1.600,-

Demikianlah ulasan mengenai materi tentang rekonsiliasi bank. Tujuan dari rekonsialiasi adalah untuk memverifikasi semua transaksi bank. Sementara itu, fungsi rekonsiliasi adalah untuk menyeimbangkan perbedaan antara beberapa komponen yang sering terjadi perbedaan antara catatan bank dengan laporan kas perusahaan. Dalam melakukan rekonsiliasi, Anda dapat menggunakan rekonsiliasi 2 kolom dan rekonsiliasi 4 kolom.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *