Mengenal PPh OP, Tarif, Subjek dan Objek Pajaknya

Pajak Penghasilan Orang Pribadi atau PPh OP adalah satu jenis sumber penerimaan pajak pemerintah. Tentu saja pengernaan tarif pajak PPh OP ini berbeda antara golongan orang berpenghasilan rendah, menengah, dan tinggi. Dengan begitu, ada rasa keadilan, di mana prinsipnya ability to pay semakin tinggi penghasilan semakin besar pajak yang dibayarkan

PPh OP ini dikenakan pada perseorangan, dan termasuk ke dalam kategori pajak langsung yang dibebankan pada nama yang terdaftar sebagai Wajib Pajak. Untuk penjelasan selengkapnya mengenai apa itu PPh OP dan bagaimana tarifnya silahkan baca sampai tuntas, ya.

 

 

 

Pengertian PPh OP

Secara sederhana, Pajak Penghasilan Orang Pribadi atau PPh OP dapat didefinisikan sebagai suatu pajak yang dikenakan terhadap subjek pajak Orang Pribadi (OP) atas penghasilan yang diterima baik yang tinggal di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Pajak PPh OP ini dapat dipungut dalam Tahun Pajak maupun bagian Tahun Pajak. Adapun jenisnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu orang pribadi yang bekerja sebagai pegawai, dan orang pribadi yang menkalankan usahanya (pengusaha).

 

Tarif PPh OP

Bagi kamu yang belum mengetahui berapa tarif Pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh OP), berikut ini tabelnya:

Layer Penghasilan Kena Pajak

Besaran Tarif Pajak

Rp 0 hingga Rp. 50.000.000

5%

>Rp 50.000.000 hingga Rp 250.000.000

15%

>Rp 250.000.000 hingga Rp 500.000.000

25%

> Rp 500.000.000

30%

Sementara itu dari para ekonom terdapat usulan kerangka perubahan terkait PPh OP ini, yaitu pemerintah berencana untuk menambah satu layer PPh orang pribadi. Layer tersebut adalah  penghasilan Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar dikenakan tarif 30%. Kemudian, layer tambahannya adalah pajak untuk orang pribadi berpenghasilan di atas Rp 1 miliar per tahun dibanderol tarif 35%.

 

Subjek PPh OP

Ada dua subjek PPh OP, untuk mengetahui kedua jenis subjek tersebut simak penjelasannya berikut ini.

1. Subjek Pajak Penghasilan Pribadi Dalam Negeri

Sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, subjek PPh Orang Pribadi Dalam Negeri adalah sebagai berikut:

  • Subjek pajak pribadi dikenakan bagi orang yang tinggal atau menetap di wilayah Republik Indonesia.
  • Orang pribadi tersebut telah berada di Indonesia selama lebih dari 183 hari dan dalam jangka waktu 12 bulan.
  • Subjek pajak dalam negeri juga meliputi pada orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niatan untuk tinggal di Indonesia.
Subjek pajak PPh OP Dalam Negeri ini dikenakan pada bagi Wajib Pajak yang telah menerima atau memperoleh penghasilan yang besarnya melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

2. Subjek Pajak Penghasilan Pribadi Luar Negeri

Adapun beberapa kriteria subjek pajak orang pribadi yang berada di luar negeri ini adalah sebagai berikut:

  • Subjek pajak dikenakan bagi seseroang yang tidak bertempat tinggal di Indonesia.
  • Orang tersebut sudah tidak lagi tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan atau 1 tahun, dengan memenuhi persyaratan wajib pajak yang telah ditentukan.

Jenis-Jenis Objek PPh OP

Menurut Pasal 4 ayat (1) UU No. 36 Tahun 2008 tentang PPh disebutkan ada beberapa jenis objek PPh OP, yaitu ebagai berikut:

 

1. Penghasilan dari Pekerjaan

Penghasilan dari pekerjaan objek PPh OP ini meliputi:

  • Penggantian atau Imbalan, yaitu penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan atau jasa yang diterima, bisa berupa gaji, upah, komisi, tunjangan, honorarium, bonus atau imbalan dalam bentuk lainnya.
  • Penghasilan dari Usaha atau Pekerjaan Bebas
  • Hadiah, yaitu hadiah yang diterima oleh seseorang dari hasil pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan.

2. Penghasilan Dari Modal atau Investasi

Objek penghasilan dari modal atau investasi tersebut yaitu:

  • Keuntungan, yaitu laba yang diterima dari adanya aktivitas penjualan atau karena pengalihan harta.
  • Dividen, yaitu dividen atau dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan juga pembagian laba dari sisa hasil usaha.
  • Sewa, yaitu penghasilan dari jasa sewa yang berhubungan dengan dengan penggunaan harta atau suatu aset.
  • Bunga, yaitu jumlah keuntungan atau imbalan yang diterima karena adanya jaminan pengembalian utang.
  • Royalti, yaitu imbalan atas penggunaan hak.

3. Penghasilan Lain-lain

Untuk penghasilan lain-lain yang termasuk dalam objek PPh OP yaitu meliputi:

  • Penerimaan atau perolehan pembayaran berkala.
  • Penerimaan kembali pembayaran pajak, yaitu penerimaan yang telah dibebankan sebagai biaya dan pembayaran tambahan pengembalian pajak.
  • Hadiah undian.
  • Keuntungan yang diterima seseorang karena adanya pembebasan utang sesuai dengan yang telah diatur oleh Peraturan Pemerintah.
  • Penghasilan dari usaha berbasis syariah.
  • Penghasilan dari aktivitas transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi derivatif yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan transaksi saham pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura.
  • Keuntungan selisih kurs mata uang asing
  • Surplus Bank Indonesia
  • Penghasilan berupa bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang, termasuk bunga obligasi dan Surat Utang Negara (SUN), dan lain sebagainya yang mana telah diatur mengenai ketentuan umum dan tata cara perpajakan
  • Penghasilan dari transaksi aset atau harta, misalnya transaksi jual beli tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, dan persewaan tanah dan/atau bangunan
  • Tambahan kekayaan neto, yaitu penghasilan yang belum dikenakan pajak.

 

Bukan Termasuk Objek Pajak Pribadi

Berikut ini adalah yang bukan termasuk objek pajak pribadi sehingga tidak akan dikenakan PPh OP, yaitu:

  • Bantuan atau sumbangan yang berupa zakat dan sumbangan keagamaan lainnya.
  • Hibah, yang telah diatur ketentuannya berdasarkan peraturan menteri keuangan.
  • Warisan.

Itulah ulasan mengenai pajak PPh OP, tarif, subjek dan objeknya. Setiap orang memiliki kewajiban untuk melaporkan pajak penghasilan pribadinya. Hal ini berguna untuk mendukung kemajuan bangsa. Sebab tanpa adanya PPh OP yang merupakan salah satu sumber penerimaan pajak, maka keperluan rakyat dan negara tentu tidak dapat tercukupi dengan baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *