Pentingnya Mengetahui KBLI Perusahaan

KBLI merupakan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Dari berbagai bidang kegiatan usaha di Indonesia ini kemudian dikelompokkan sesuai dengan kategorinya yang dinamakan KLBI ini.

Biasanya dalam dokumen SIUP maksimal dicantumkan 3 kode KBLI 4 atau 5 digit.

Kebutuhan untuk memahami apa itu KBLI sangatlah penting, karena jika dahulu perusahaan dapat mencantumkan banyak kode KBLI di dalam SIUP, namun sekarang dibatasi maksimal hanya boleh 3 kode KBLI.

Alasannya adalah agar perusahaan dapat membangun keahlian atau core expertise di bidang usaha tertentu. Dulu memang dikenal banyak sekali perusahaan yang PALUGADA, yaitu “aPA LU mau GuA aDA”, perusahaan yang “serba bisa” di atas kertas namun pada praktiknya lebih bertindak seperti “makelar”.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mengaku sebagai perusahaan perdagangan komputer, tapi perusahaan tersebut juga memberikan layanan jasa pembuatan video game, produksi film, dan bahkan percetakan.

Saat ini sudah berbeda, fokus perusahaan harus pada fokus bidang tertentu dan harus jelas. Untuk itu, mengetahui kode KBLI yang tepat sebelum mengurus legalitas dan perizinan usaha sangatlah penting.

Sayangnya tidak semua notaris berinisiatif menggali kegiatan operasional kegiatan usaha yang diajukan oleh klien. Tak jarang, notaris hanya menduga ketika memasukkan kode KBLI, dan hal ini nantinya sangat  merepotkan jika ternyata dugaan notaris tidak sesuai dengan kegiatan bisnis yang sebenarnya dijalankan oleh klien.

Nah, agar terhindar dari permasalahan seperti di atas berikut ini adalah cara mengenal KBLI:

  1. Pelajari kode KBLI dan pilahlah yang paling tepat.
  2. Pilih calon kode KBLI yang sesuai (4-7 misalnya), lalu diskusikan bersama dengan para kolega perusahaan  untuk memilih hanya 3 kode KBLI 4-5 digit.
  3. Tentukan tujuan, visi dan misi perusahaan sebagai kriteria utama dalam memilih KBLI.
  4. Pemilihan kode KBLI ini harus berdasarkan juga tujuan ekspansi perusahaan ke depan nantinya. Hal ini penting dilakukan agar perusahaan tidak perlu sering-sering melakukan perubahan dokumen perizinan.

KBLI disusun oleh BPS dengan merujuk pada International Standard Industrial Classification if All Economic Activities (ISIC) oleh United Nations of Statistical Division (UNSD), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa divisi statistik (https://unstats.un.org/home/).

Arti Kode dalam KBLI

Adapun kode dalam KBLI adalah sebagai berikut:

  1. Dua digit pertama KBLI, berarti golongan pokok bidang usaha. Sebagai contoh, angka dua digit pertama KBLI adalah 46 yang berarti perdagangan besar, dan 47 adalah perdagangan eceran.
  2. Kemudian kode KBLI dirinci ke cabang-cabang usaha yang lebih spesifik menjadi KBLI 3 sampai 5 digit. Sebagai contoh, sebuah perusahaan mempromosikan dirinya sebagai konsultan komputer. Hal ini tentu kurang jelas, karena dunia komputer sangatlah luas. Nah, KBLI 3 sampai 5 digit ini merupakan penjelasnya, misalnya KBLI 6201 artinya perusahaan tersebut merupakan ahli di bidang pemrograman aplikasi atau software komputer; sementara itu KBLI 4741 maka dapat dipersepsikan sebagai perusahaan perdagangan komputer dan perangkatnya.

Standar penggunaan KBLI ini berlaku global, sehingga fungsi dari KBLI adalah untuk memudahkan para pelaku usaha dalam bergaul dengan komunitas bisnis internasional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *