Apa itu Laporan Keuangan? Berikut Tujuan dan Manfaatnya

Laporan keuangan adalah suatu bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu entitas. Penyusunan laporan keuangan harus menggunakan standar akuntansi yang berlaku agar manfaat dari laporan keuangan tersebut bisa diberdayakan oleh pihak stakeholders yang ada dalam entitas tersebut.

Biasanya entitas tersebut akan menilai bagaimana hasil laporan keuangan yang ada pada saat itu dengan membandingkan laporan keuangan periode sebelumnya atau dibandingkan dengan laporan keuangan entitas lain.

Laporan Keuangan

Tujuan dan Manfaat Laporan Keuangan

Adapun tujuan dan manfaat dari penyusunan laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1. Menyajikan sejumlah informasi mengenai kecukupan penerimaan modal ataupun laba periode berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran yang akan terjadi.

2. Menyediakan informasi mengenai kesesuaian cara memperoleh modal dan pengalokasiannya dengan anggaran yang ditetapkan.

3. Menyediakan informasi mengenai jumlah modal yang digunakan dalam kegiatan operasional serta hasil-hasil yang telah dicapai.

4. Menyediakan informasi mengenai bagaimana mendanai seluruh kegiatan operasional dan mencukupi kebutuhan kasnya.

5. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan, apakah mengalami kenaikan atau penurunan, sebagai akibat dari kegiatan operasional yang dilakukan selama periode pelaporan.

 

Manfaat Laporan Keuangan Pemerintah

 

Tidak hanya pihak swasta yang membutuhkan laporan keuangan, dalam sistem pemerintahan pun juga perlu menyusun suatu laporan keuangan. Bahkan, menjadi sebuah keharusan, karena penyusunan laporan keuangan oleh Pemerintah akan menjadi sebuah media Pemerintah untuk mewujudkan pertanggungjawabannya kepada masyarakat.

Oleh karenanya, penyusunan laporan keuangan Pemerintah harus disusun sesuai dengan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP) yang kemudian wajib diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk dinilai kewajarannya.

Selain kepada publik, penyusunan laporan keuangan pemerintah juga harus dipertanggungjawabkan kepada lembaga legislatif, seperti DPR atau DPRD.

Berikut ini adalah manfaat laporan keuangan pemerintah:

1. Untuk menyediakan keterangan yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelapor selama satu periode pelaporan.

2. Sebagai alat komunikasi Pemerintah kepada semua pemangku kepentingan mengenai apakah kinerja keuangan dan operasional Pemerintah yang dilaporkan sesuai kehendak rakyat yang dijabarkan dalam visi, misi, strategi, program, dan kegiatan dari Pemerintah yang bersangkutan.

3. Dengan laporan keuangan, pihak yang terkait akan dapat melakukan pengambilan keputusan dalam rangka pengelolaan organisasi tersebut maupun keputusan lain.

4. Dapat digunakan untuk menilai kinerja organisasi, dan alokasi sumber daya sehingga dapat dijadikan masukan berharga dalam pengambilan keputusan pengembangan organisasi Pemerintah di masa mendatang.

5. Memudahkan manajemen organisasi, termasuk dalam hal fungsi perencanaan dan fungsi pengelolaan dan pengendalian aset, kewajiban, dan ekuitas dana Pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

6. Dengan laporang keuangan ini, organisasi dapat mengetahui sejauh mana pencapaian yang telah diraih oleh organisasi Pemerintah tersebut melalui efektifitas dan efisiensi belanja yang dihasilkan.

Selain yang telah disebutkan di atas, laporan keuangan Pemerintah yang berbentuk Neraca akan menyajikan sejumlah informasi yang sangat penting. Neraca Pemerintah memberikan sejumlah data dan informasi terkait jumlah aset yang dikuasai oleh Pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan umum kepada masyarakat, dan kewajiban yang menggambarkan jumlah komitmen yang harus dibayarkan oleh Pemerintah di masa mendatang. Melalui laporan neracara pemerintah tersebut, maka pengguna dapat mengetahui apakah kinerja Pemerintah telah efektif dan efisien dalam memanfaatkan sumber dayanya.

Sementara itu untuk Laporan Arus Kas (LAK), manfaat yang didapat ialah pengguna akan memperoleh sejumlah informasi mengenai keluar masuknya uang dari atau ke kas daerah yang berasal dari aktivitas operasi, investasi non-keuangan, pembiayaan, dan non-anggaran. Hasil operasi tersebut nantinya dapat menjelaskan efisiensi dan efektivitas kegiatan dalam satu periode.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *