Kriteria dan Metode Dalam Mencari Supplier (Pemasok)

Memilih supplier merupakan salah satu keputusan operasional yang harus diambil dalam aktivitas belanja barang bagi perusahaan. Aktivitas pengadaan belanja barang oleh perusahaasun tersebut memiliki nilai penting karena pembelian komponen, bahan baku, dan persediaan (inventory) merepresentasikan kualitas ataupun mutu pada produk jadinya.

Dalam mencari dan memilih supplier harus dilakukan secara hati-hati karena pemilihan supplier yang salah akan menyebabkan terganggunya proses produksi dan operasional perusahaan.

Dalam mengambil keputusan untuk memilih supplier, pengambil keputusan (decision maker) membutuhkan alat analisis dan pemetaan kriteria pemilihan supplier. Dengan demikian memungkinkan mereka untuk memecahkan masalah yang bersifat kompleks sehingga keputusan yang diambil berguna untuk mendapatkan supplier yang handal.

 

 

Supplier Selection (Pemilihan Pemasok)

Dalam persaingan bisnis yang kompetitif seperti saat ini, perusahaan sangat tidak mungkin untuk bisa sukses memproduksi barang dengan biaya rendah, dan menghasilkan produk yang berkualitas tanpa adanya supplier atau pemasok yang memuaskan.

Kebanyakan perusahaan memilih untuk mencari supplier bahan produksi daripada harus membuatnya sendiri. Dalam prosesnya, memilih supplier memerlukan beberapa pertimbangan seperti ketersediaan pasokan, biaya dan kinerja pengiriman, dan kualitas supplier itu sendiri.

Pemilihan supplier yang kompeten dan tepat merupakan faktor penting yang mempengaruhi hubungan pembeli-supplier. Jika proses pemilihan dan pemeliharaan hubungan dengan supplier ini dilakukan dengan benar, kualitas produk yang lebih tinggi dan hubungan mitra yang baik akan mudah dicapai. Dengan harapan, supplier mampu menyediakan produk atau jasa yang berkualitas dengan harga yang tepat, jumlah yang tepat dan pada waktu yang tepat.

Kriteria Pemilihan Supplier

 

Keputusan untuk memilih supplier bukanlah hal yang mudah, pembeli harus memastikan bahwa pihak supplier benar-benar telah memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Berikut ini adalah sejumlah kriteria yang bisa digunakan dalam memilih supplier:

a. Quality / kualitas

Yang termasuk subkriteria pada kriteria kualitas adalah:

  • Kesesuaian barang dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan
  • Penyediaan barang tanpa cacat
  • Kemampuan memberikan kualitas yang konsisten

b. Price / harga

Yang termasuk subkriteria pada kriteria harga adalah:

  • Kepantasan harga dengan kualitas barang yang dihasilkan
  • Kemampuan untuk memberikan potongan harga (diskon) pada pemesanan dalam jumlah tertentu.

c. Kriteria Layanan Customer Care

Yang termasuk subkriteria dalam kriteria ini adalah:

  • Kemudahan untuk dihubungi
  • Kemampuan untuk memberikan informasi secara jelas dan mudah untuk dimengerti
  • Kecepatan dalam hal menanggapi permintaan pelanggan
  • Cepat tanggap dalam menyelesaikan keluhan pelanggan

d. Kriteria Ketepatan Jumlah

Yang termasuk subkriteria dalam kriteria ini adalah:

  • Ketepatan dan kesesuaian jumlah dalam pengiriman
  • Kesesuaian isi kemasan

e. Delivery / pengiriman

Kriteria Ketepatan Pengiriman, yaitu meliputi:

  • Kemampuan untuk mengirimkan¬† barang sesuai dengan tanggal yang telah disepakati
  • Kemampuan dalam hal penanganan sistem transportasi

Terkadang kriteria-kriteria di atas saling bertentangan satu sama lain ketika di lapangan. Misalkan, supplier lebih memilih menawarkan barang dengan harga lebih rendah, namun kualitasnya di bawah rata-rata. Sementara itu supplier lainnya menawarkan barang dengan kualitas baik dengan pengiriman yang tidak pasti.

Bagaimanapun sulit bagi perusahaan untuk menemukan supplier yang bisa memenuhi semua kriteria-kriteria di atas, tetapi paling tidak perusahaan bisa menemukan supplier yang optimal dalam memenuhi kriteria.

Pada kenyataannya banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dilakukan oleh perusahaan dalam memilih supplier, yaitu sebagai berikut:

  1. Menentukan dan merumuskan kriteria keputusan,
  2. Pre-kualifikasi (penyaringan awal dan menyiapkan sebuah shortlist supplier potensial dari suatu daftar pemasok/supplier);
  3. Memilih supplier akhir (terpilih);
  4. Melakukan monitoring atau pengawasan supplier terpilih, yaitu evaluasi dan penilaian berlanjut.

Metode pemilihan supplier

Metode pemilihan supplier dalam pengadaan barang pada umumnya dilakukan melalui pelelangan umum. Dalam keadaan tertentu, pemilihan supplier dapat dilakukan melalui tender terbatas, pemilihan langsung, penunjukan langsung, kartu pengadaan (procurement card), pengadaan secara elektronik (e-Procurement) atau melalui swakelola. Berikut ini penjelasannya:

1. Pelelangan Umum

Pelelangan umum adalah pemilihan supplier yang dilakukan secara terbuka untuk umum, mengacu kepada prinsip dasar pengelolaan rantai suplai (supply chain management) dengan diumumkan terlebih dahulu melalui papan pengumuman resmi seperti melalui media cetak dan apabila memungkinkan melalui media elektronik.

2. Tender Terbatas

Tender terbatas dilaksanakan dengan cara mengundang supplier melalui pengumuman dengan minimal 2 (dua) calon peserta yang memenuhi kriteria tertentu.

3. Pemilihan Langsung

Pemilihan langsung adalah pelaksanaan pengadaan barang dengan mengundang sekurang-kurangnya 3 (tiga) Pemasok (supplier) Barang.

4. Penunjukan Langsung

Pemilihan supplier secara penunjukan langsung dilaksanakan dengan cara menunjuk langsung kepada 1 (satu) Pemasok Barang.

5. Procard

Metode pemilihan supplier dengan procurement card (procard) adalah pemilihan barang/jasa supplier secara penunjukan langsung dengan menggunakan media procard sebagai sarana pembayaran tanpa harus menerbitkan surat perjanjian/ Kontrak, surat pesanan, atau purchase order (PO).

6. Pengadaan Secara Elektronik

Metode pemilihan supplier dengan pengadaan secara elektronik (e-Procurement) merupakan pelaksanaan pengadaan barang/jasa dari supllier yang menggunakan jaringan elektronik (jaringan internet atau intranet) atau electronic data interchange (EDI).

7. Swakelola

Metode pemilihan dengan menggunakan swakelola merupakan pemilihan dan pembelian barang dari supplier yang pelaksanaannya direncanakan, dikerjakan dengan menggunakan tenaga dan peralatan sendiri dan diawasi sendiri atau pelaksanaannya dikuasakan kepada pihak lain.

Demikianlah penjelasan mengenai bagaimana cara memilih supplier dengan melihat beberapa kriteria yang harus diperhatikan. Harapannya, dengan melakukan pemilihan supplier yang tepat dapat memperlancar proses produksi perusahaan. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *