Definisi Istilah Konstruksi Bangunan Menurut UU dan Perpres

Salah satu diantara berbagai macam kegiatan proyek adalah kegiatan proyek konstruksi bangunan. Proyek konstruksi bangunan merupakan suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan bangunan dengan kriteria mutu yang telah dibuat spesifikasinya dengan jelas.

Dalam rangkaian pelaksanaan konstruksi tersebut terjadi suatu proses mengolah sumber daya proyek menjadi suatu hasil kegiatan yang berupa bangunan. Sumber daya yang dimaksud meliputi tenaga kerja, peralatan konstruksi, bahan material, suplai dan fasilitas, uang dan teknologi/metode dan waktu.

Sumber daya tersebut terhimpun dalam suatu perusahaan kontraktor yang bertugas menyelesaikan proyek tepat waktu, tepat anggaran dan sesuai dengan standar kualitas yang dispesifikasikan oleh konsultan perencana atau juga pemilik proyek (owner).

Pemegang peranan utama pada proses konstruksi bangunan adalah kontraktor dan subkontraktor. Pihak lain yang terlibat adalah arsitek/engineer sebagai supervisorsupplier material dan peralatan, konsultan, owner, serta penyedia jasa pengangkutan.

 

Pengertian Pekerjaan Konstruksi Bangunan sesuai dengan UU dan Perpres

Pekerjaan Konstruksi Bangunan merupakan salah satu kelompok Pengadaan Barang/Jasa yang sangat banyak dilaksanakan di lingkungan Pemerintah maupun BUMN/D. Sejatinya, pekerjaan konstruksi bangunan tidak terbatas di lingkungan pemerintah, akan tetapi pihak swasta ataupun masyarakat umum juga mengerjakan konstruksi bangunan.

Namun, khusus pada artikel ini akan dibahas pekerjaan konstruksi bangunan yang khusus dijalankan di lingkungan pemerintah. Tulisan ini akan mencoba membandingkan definisi tersebut agar dapat diperoleh pemahaman yang benar mengenai definisi Pekerjaan Konstruksi.

Terdapat 3 (tiga) pengertian Pekerjaan Konstruksi yang harus dipahami, yaitu berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Berikut ini penjelasannya:

Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi


Berdasarkan pasal 1 angka 2, Pekerjaan Konstruksi didefinisikan sebagai keseluruhan atau sebagian rangkaian kegiatan perencanaan dan/atau pelaksanaan beserta pengawasan yang mencakup pekerjaan arsitektural, sipil, mekanikal, elektrikal, dan tata lingkungan masing-masing beserta kelengkapannya, untuk mewujudkan suatu bangunan atau bentuk fisik lain.

Definisi tersebut menggunakan pendekatan ASMET sebagai unsur Pekerjaan Konstruksi dan menambahkan kata “bentuk fisik lain” pada akhir definisi. “bentuk fisik lain” dijelaskan dalam Penjelasan sebagai berikut:

Angka I. Umum, angka 1 menyatakan “bentuk fisik lain” adalah  prasarana maupun sarana yang berfungsi mendukung pertumbuhan dan perkembangan berbagai bidang, terutama bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Pasal 1 angka 2 menyatakan “bentuk fisik lain”, antara lain : dokumen, gambar rencana, gambar teknis, tata ruang dalam (interior), dan tata ruang luar (exterior), atau penghancuran bangunan (demolition).

Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Pekerjaan konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan yang meliputi pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, dan pembangunan kembali suatu bangunan.

Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tetang Jasa Konstruksi

Dengan terbitnya UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, maka UU 18/1999 sudah tidak berlaku. UU 2/2017 pada pasal 1 angka 3 dijelaskan Pekerjaan Konstruksi adalah keseluruhan atau sebagian kegiatan yang meliputi pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan, pembongkaran, dan pembangunan kembali suatu bangunan.

Pengertian ini adalah pengertian resmi yang menggantikan pengertian berdasarkan UU 18/1999 dengan menggunakan pendekatan baru yang semula pendekatan ASMET menjadi pendekatan Central Product Clasification (CPC) yaitu Bangunan Gedung dan Bangunan Sipil.

Dengan pergertian baru ini, maka Pekerjaan Konstruksi hanya meliputi bangunan yang terdiri dari bangunan gedung dan bangunan sipil, misalnya landasan bandara, bendungan dan sejenisnya.

Demikianlah penjelasan mengenai istilah konstruksi bangunan. Semoga menambah wawasan kalian semua!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *