Audit Laporan Keuangan oleh Akuntan Publik

Mengaudit laporan keuangan merupakan suatu aktivitas sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi. Proses auditing bertujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta menyampaikan hasil dari laporan auditing kepada yang berkepentingan.

Auditor biasanya dilakukan oleh seorang akuntan publik. Auditor akan menggunakan hasil laporan auditnya untuk menyampaikan pernyataan atau pendapatnya kepada para pemakai laporan keuangan dimana laporan tersebut nantinya berguna untuk membaca kondisi keuangan sebuah perusahaan.

Dalam audit atas laporan keuangan, auditor tidak dapat memberikan jaminan (guarantee) bagi klien atau pengguna laporan keuangan yang lain, bahwa hasil laporan keuangan auditnya adalah akurat.

Auditor tidak dapat memberikan jaminan karena ia tidak memeriksa setiap transaksi yang terjadi dalam tahun yang diaudit dan tidak dapat menentukan apakah semua transaksi yang terjadi telah dicatat, diringkas, dan digolongkan secara semestinya ke dalam laporan keuangan.

Jika auditor diharuskan untuk memberikan jaminan mengenai keakuratan laporan keuangan auditan, hal ini tidak mungkin dilakukan, karena akan memerlukan waktu dan biaya yang jauh melebihi manfaat yang dihasilkan.

Oleh karena itu seorang akuntan publik menyampaikan keyakinan (assurance) kepada klien meliputi 3 hal berikut ini:

  1. Auditor dapat memberikan keyakinan bahwa jumlah-jumlah yang disajikakn dalam laporan keuangan beserta pengungkapannya telah dicatat, diringkas, digolongkan, dan dikompilasi.
  2. Auditor dapat memberikan keyakinan bahwa ia telah mengumpulkan bukti audit komponen yang cukup sebagai dasar memadai untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan.
  3. Auditor dapat memberikan keyakinan, dalam bentuk pendapat (atau memberikan informasi, dalam hal terdapat perkecualian), bahwa laporan keuangan sebagai keseluruhan disajikan secara wajar dan tidak terdapat salah saji material karena kekeliruan dan kecurangan.

Terdapat dua konsep yang melandasi keyakinan yang dapat ditawarkan oleh auditor yaitu:

  • Konsep materialitas, yaitu menunjukkan seberapa besar salah saji yang dapat diterima oleh auditor agar pemakai laporan keuangan tidak terpengaruh oleh salah saji tersebut.
  • Konsep risiko audit, yaitu menunjukkan tingkat risiko kegagalan auditor untuk mengubah pendapatnya atas laporan keuangan yang sebenarnya berisi salah saji material.

Dalam menentukan tingkat materialitas, antara akuntan publik yang satu dengan yang lainnya akan berbeda-beda. Hal ini dikarenakan tidak adanya tolak ukur yang pasti mengenai tingkat materialitas dalam audit atas laporan keuangan, sehingga bersifat subyektif.

Standar akuntansi dan audit saat ini tidak memberi panduan khusus mengenai penentuan tingkat materialitas. Hal tersebut dikarenakan sulit bahkan tidak mungkin untuk menentukan apa yang material bagi sekelompok pengguna yang berbeda-beda (seperti investor, kreditor, karyawan, dan badan pemerintah) yang bergantung pada laporan keuangan. Selain itu, akuntan publik tidak dapat mencapai persetujuan diantara mereka sendiri mengenai apa yang material.

3 Hal yang Harus Dimiliki oleh Seorang Akuntan Publik

Berikut ini adalah tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang akuntan publik saat melakukan auditing laporan keuangan, yaitu:

1. Profesionalisme

Profesionalisme soerang akuntan publikdapat menggambarkan kinerja akuntan tersebut. Akuntan publik yang memiliki profesionalisme yang tinggi dapat memberikan kontribusi yang dapat dipercaya oleh para pemakai jasa.

Penting sekali bagi akuntan publik untuk meyakinkan klien dan pemakai laporan keuangan akan hasil kualitas laporan auditnya. Jika pemakai jasa tidak memiliki kepercayaan pada akuntan publik, maka secara tidak langsung hal tersebut akan berpengaruh terhadap pertimbangan akuntan publik dalam menentukan tingkat materialitas dalam proses auditing.

2. Pengetahuan mendeteksi kekeliruan

Selain harus memiliki sikap profesionalisme, akuntan publik juga wajib berpengetahuan dalam profesinya secara mendalam. Hal itu untuk mendukung pekerjaannya dalam melakukan setiap pemeriksaan.

Pengetahuan dasar yang wajib dimiliki oleh seorang akuntan publik adalah pengetahuan di bidang akuntansi dan auditing serta disiplin ilmu yang terkait lainnya.

Agar dapat bekerja secara efektif, seorang profesional akuntan publik harus memiliki pengetahuan tentang bermacam-macam pola yang berhubungan dengan kemungkinan kekeliruan dalam laporan keuangan.

penting untuk membuat perencanaan audit yang efektif. Seorang akuntan publik yang mampu membuat perencanaan audit yang efektif akan lebih ahli dalam melaksanakan tugasnya, terutama mengenai pendeteksian kekeliruan dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki pengetahuan yang memadai.

Pengalaman atau jam terbang yang tinggi yang dimiliki oleh akuntan publik secara positf akan berpengaruh terhadap pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik.

3. Etika Profesi

Semua jenis profesi di Indonesia menyusun aturan atau kode etik yang mendefinisikan perilaku etika bagi anggota profesi tersebut, termasuk juga dalam dunia akuntan ataupun auditor. Etika profesi akuntan di Indonesia ditetapkan oleh Institut Akuntan Indonesia (IAI) dan disebut sebagai Kode Etik Institut Akuntan Indonesia.

Profesi akuntan merupakan salah satu profesi yang sangat menekankan etika dibanding profesi lain. Etika profesi seoang akuntan publik mengacu pada suatu sistem atau kode perilaku berdasarkan kewajiban moral yang menunjukkan bagaimana ia harus berperilaku kepada klien, kewajibannya kepada klien, untuk menegakkan standar tertinggi dalam perilaku etis.

Perkembangan citra profesi akuntan itu sendiri akan ditentukan oleh tingkat kepercayaan masyarakat sebagai pemakai jasa akuntan. Sedangkan tingkat kepercayaan masyarakat ditentukan oleh tingkat kualitas jasa (pengetahuan dan keterampilan teknis di bidang akuntansi serta disiplin ilmu yang terkait) dan tingkat ketaatan, serta kesadaran para akuntan dalam mematuhi kode etik profesi akuntansi.

Semakin tinggi seorang akuntan publik menaati kode etik maka tingkat kepercayaan masyarakat juga akan semakin meningkat, sehingga kinerja akuntan publik akan semakin baik. Secara tidak langsung hal tersebut juga akan berpengaruh positif terhadap pertimbangan tingkat materialitas akuntan publik dalam mengaudit laporan keuangan.

Demikianlah penjelasan mengenai audit laporan keuangan dan tanggung jawab yang harus dimiliki oleh seorang auditor (akuntan publik)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *